Showing posts with label main. Show all posts
Showing posts with label main. Show all posts
Wednesday, September 20, 2017
I am currently celebrating my first anniworksary and me surviving early stage of adulthood. Pretty good; challenging but good; heartbreaking but good; eye-opening oh so good; and the best thing is ................. I survive.
We aren't going to talk about what did I accomplish throughout the year. No. I want to tell you a story about a girl (or should I say a woman?) who began to understand herself better.
Living on her own made her realize little she know about herself. With so many options given (and money on her own finally), she got to decide everything for herself. This led to her discovery on preferences, principal values, and priorities in her life and answers for questions such as
What to eat for today?
When should I go to work 8am or 11am?
Should I take a bath before going? (shout out to Astari wkwkwkwkwkwk)
When should I go home?
Should I wear a face mask? Sunscreen? Umbrella?
Better buy Tropical or Bimoli? Quaker Oats red or blue? Invest on really good tea or just buy Sariwangi?
Should I cook today?
When to do the laundry?
What book I would love to buy? What movie to watch today?
Am I happy at work?
Do I get enough appreciation at work?
Is that verbal bullying/abuse? Is it sexual harassment I should pretend not to hear?
Is it the time to quit my job?
Are they really my friend?
To whom should I share my problem?
Where to go this weekend? Indie-cinema or shopping or musical event?
Invest on a cozy room or allocate for holiday trip?
Should I breakup?
When should I get married?
Should I pay zakat? Qurban starting this year or just next year?
Do I really believe in this religion?
What does PKI do wrong? What happen in Trump's mind?
Many things.
The list went longer day by day. As time goes by, she is not the same girl she was one year before. All that she wants right now is thanking god, family, and friends who have stayed with her in these past years when things get hard. Thank you, lots of love for you, she said.
Celebrating this month by watching Baby Driver, buying external hard drive (a gift for myself), enjoying good music (IOEF), eating good food (try School Food, best!!), and moving on (to the next challenge).
Btw, finished a masterpiece yesterday I really love it.
p.s. Anniworksary is a special word I made for this post :)
Saturday, April 29, 2017
Lewat Padalarang
Lewat Padalarang itu saya jadi ingat perjalanan dini hari dari Ciater menuju Stone Garden. Saya rindu sama acara dadakan penghuni malam HME kala kerja praktik itu.
Sepulang celup-celup kaki dan duduk nontonin mereka berempat, datang ide tiba-tiba dari entah siapa saya lupa, mau lihat sunrise di Stone Garden katanya. Gaya betul. Akhirnya kami benar-benar ke sana haha. Tapi setibanya di lokasi, terpaksa meninggalkan satu orang yang kalau sudah tidur susah sekali banguninnya. Orang yang masih semanja itu dari dulu sampai sekarang. Kalimat sumbang.
Hari itu menyenangkan. Nggak seru sih kalo diceritakan ke kalian, bercandaannya lokal haha.
Sebelum masuk tol untuk balik ke kampus, kami sarapan Kupat Tahu Padalarang dulu. Sebagai orang Bandung Barat, bangga sekali saya ngiklannya haha. Kalau tahunya enak, jadi nikmat luar-luar-luar biasa.
| gambar dari rachmira.blogspot.co.id |
Udah itu aja. Sedih ya foto bersama mereka-merekanya hilang.
last updated on May 8th
Monday, March 13, 2017
Pelit atau Perhitungan?
Saya pergi ke Pacific Place tadi sepulang kerja, saat matahari masih bersinar. Wow banget ini prestasi haha. Jalan dari kantor kemudian naik transjakarta dari Halte Bendungan Hilir ke Halte Polda. Terus jalan kaki lagi deh ke Pacific Place. Luar biasa ya suasananya SCBD itu, tenang dan elite. Beda banget sama daerah kantor saya, bahkan Sampoerna sekalipun. Rasanya waktu yang saya habiskan dengan berjalan kaki di trotoar SCBD itu melambat. Mengamati orang-orang pulang kerja berlalu lalang dan pohon ijo-ijo melambai-lambai, adem sejuk damai rasanya.
Tujuan saya ke Pacific Place cuma satu, mau beli sesuatu buat si dia yang jauh di sana gitu ceritanya. Eh, tapi pas udah sampai tempatnya, ga rela juga beliin haha. Entah ini namanya pelit atau perhitungan, yang jelas ada perasaan ragu di dalam dada yang berkata, "Yakin mau beli tapi buat orang lain?"
Ya gitu deh. Akhirnya saya beli Morin yang jodohnya roti di Grand Lucky. Karena kemarin rotinya ga berjodoh, dia saya makan pake gula dan margarin doang (ini idenya si dia, saya mah ga kepikiran). Saya cariin jodoh deh hari ini, sekarang mereka sudah bersama. Nih fotonya sedang berdua.
Ini random ya.
Iya.
Hehe.
Friday, January 20, 2017
Saturday, September 17, 2016
Akhir Minggu Ketiga di Jakarta (2)
"Kamu jadinya jalan jam berapa, Yus?" telah disuarakan oleh Wida sejak adzan subuh belum berkumandang hingga matahari mulai bikin keringetan. Saya yang memegang azas yaudah gimana nanti tentu saja tak punya jawaban dari pertanyaan Wida hahaha.
#nowlistening Andien - Teristimewa
(tapi suara diri sendiri, maklum narsis plus ga bisa streaming lagu wkwk)
Nggak bisa bohong, saya excited banget hari ini. Bahkan, menerima satu kata "Jadi" sebagai jawaban dari pertanyaan "jadi bagaimana?" pun cukup untuk memberi saya energi berangkat mandi. (Biasanya saya mandi pagi kalo udah kepepet harus berangkat kantor). Setelah sarapan, ketika sedang duduk di lantai di depan pintu kamar sambil ngobrol dengan Wida, terdengar langkah kaki di tangga. Lalu orangnya muncul dari ujung tangga itu. Ternyata nggak ketemu selama 7 minggu itu menimbulkan rasa deg-degan dan pangling ya haha. Btw, itu 7 minggu baru banget saya hitung pas nulis ini wkwk.
Hati saya lega, dia stok ekspresinya masih itu-itu aja jadi saya nggak merasa asing dan malah ngerasa kangen haha. Rasanya seperti kembali makan eskrim Populaire stroberi setelah sekian lama nggak makan: jadi ingat alasan kenapa selama ini suka itu eskrim pas kembali ngerasain lumernya vanila di lidah.
Ya skip.
Setelah Go-Ride-nya Wida tiba dan Wida berpamitan pulang kembali ke Bandung, perjalanan saya dan dia dimulai. Dimulai dengan bingung lebih tepatnya wkwk. Target saya hari ini cuma dua sih memang: 1) ketemu; 2) naik TransJakarta. Jadi ya gitu nggak tahu mesti ke mana. Apalagi si saya suka dengan ketidakpastian hahaha.
#nowlistening bonita & the hus Band - terimakasih
(entah kenapa lagu ini selalu saya nyanyikan penuh penghayatan)
Monas
Sang tour guide sudah memutuskan. Kami jalan menuju Halte Karet. Didahului dengan beli BNI TapCash karena nggak punya e-money apapun dan mengikuti saran Bang Leo untuk punya setidaknya satu, saya naik TransJakarta for the first time in forever wuhuw. Kami menuju Monas guys.
Rasanya memang seperti pelesir, mata saya selalu mengarah keluar bus, ke arah gedung-gedung tinggi itu. Tak terasa tibalah kami di Monas. Turun dari kendaraan, kami berjalan menuju pintu masuk yang ternyata nggak dekat. Terdengar bebunyian dari tujuan kami. Rupanya temanAhok sedang ada acara. Saya suka lagu yang dinyanyikan, ada yang suaranya pecah sehingga terdengar seperti menangis haru.
Kami masuk gerbang dan baru jalan beberapa langkah ketika dia dipanggil bapak-ibu dari alumni USU Teknik Sipil '80 buat jadi tukang jepret. Aneh kok orang USU kumpul di sini haha. Setelah beberapa kali jepretan, dia pamit. Saya bangkit dari duduk kemudian,
"Makasih ya. Semoga kalian menjadi keluarga yang..."
seorang bapak berkata sambil melambai. Saya nggak dengar lanjutannya tapi tertawa. Dia juga tertawa. Bapak itu juga. Entah siapa yang menulari siapa.
Perjalanan dilanjutkan dengan nyari toilet karena saya ingin pipis. Tau nggak, di ruangan yang tulisannya toilet wanita itu, ada dua cowok sedang tidur. Nggak ngaruh apa-apa sih, kan toiletnya berpintu, meski tetap agak aneh kenapa dua orang itu tidur di situ jam segitu. Yaudah sih haha.
Jalan-jalan ini beneran jalan, bukan kunjungan ke Monas haha. Kami nggak naik ke atas, ya jalan aja gitu. Lihat ijo-ijo, ngomenin apa yang dilihat. Emang dua-duanya tukang komentar. Keluar dari area Monas, kami menuju Ragusa naik bajaj. Tapi nggak oren warnanya. Supirnya juga bukan Bajuri. Ini kali pertama saya naik bajaj haha. Saya nggak ngerti mata dan gestur saya yang menunjukkan bahwa saya ingin atau memang dia yang ngide. Pokoknya saya senang karena keinginan terkabul haha.
Ragusa
Jalan Veteran kalau nggak salah sih. Daerah ini terasa lengang dan rawan kejahatan. Terbayang oleh saya pencahayaan remang dan abang-abang duduk di dalam mobil berkaca film tebal sedang bersiaga mencari target untuk diculik. Padahal ini siang hari. Haha.
Isi rumah atau toko yang kami lewati juga auranya aneh. Patung-patung, bau pengap, saya jadi membayangkan sebuah cerita terjadi di sini. Bukan penculikan kaya di atas kok, beda genre hahaha. Lokasi tujuan kami juga memiliki kesan yang kurang lebih sama, lawas. Memang tempat ini sudah terkenal sejak lama sepertinya, sayang sekali saya nggak punya koneksi internet memadai untuk memberi informasi lebih akurat.
#nowlistening Mr. Sonjaya - Sang Filsuf
Es krimnya enak, sungguh, apalagi yang rasa nougat. Saya belum bilang kalau ini tempat makan es krim ya? Hahaha. Pengunjungnya dari berbagai golongan umur. Ada umur-umur yang terlihat bernostalgia, ada umur-umur yang terlihat nongkrong-nongkrong biasa. Lintas generasi. Bahkan pegawainya juga. Seorang bapak yang terlihat sudah melewati paruh baya sangat bersemangat melayani pengunjung, seperti menyampaikan bahwa ruang ini memang pusatnya bahagia. Kayanya beliau kebanyakan makan es krim, lalu jadi kelewat bahagia sehingga bisa menularkan semangat pada siapapun dalam radius sekian. Haha
#nowlistening Mr. Sonjaya - Langgam Suminem
(ini memang dengerin sealbum maaf ditulis semua wkwkw)
Selain makan es krim, Beberapa pengunjung ada yang makan sate. Kata dia ada yang jualan sate di depan toko ini. Kami nggak makan sih, nonton aja. Perjalanan dilanjutkan ke Masjid Istiqlal dengan berjalan kaki. Dekat kok. Oya kami lihat ada TransJakarta yang diperuntukkan untuk wisata, yang tingkat itu loh. Menarik sekali (saya ingin naik).
#nowlistening Mr. Sonjaya - Part Time Lover
Masjid Istiqlal
Kebetulan pas ada yang sedang menikah haha. Khotbah(?) yang disampaikan lucu. Lebih kaya ngobrol santai gitu. Saya cuma dengar sepotong sih. Kami titip sepatu kemudian berpisah dan janjian ketemu di tempat itu lagi.
#nowlistening Mr. Sonjaya - Berduyun-duyun
Kembali menuju titik temu, dari kejauhan saya sudah lihat orang itu lebih dulu tiba, duduk dengan tatapan berfokus pada layar ponsel. Kalau boleh, saya ingin diem di sini aja nontonin dari jauh itu orang duduk diam di situ, ngestok pemandangan buat sebulan ke depan haha. Hih horor amat ya gue.
Kami meninggalkan area Istiqlal, iya memang sebentar da cuma sholat. Ada rombongan opa-oma bule yang datang ketika kami pergi menuju gerbang. Asyik kali ya kalo udah pensiun terus kegiatannya tinggal menikmati anugerah Tuhan, gausah mengejar dunia haha. Dari gerbang tempat kami keluar terlihat katedral di depan masjid yang sangat menarik. Saya ingin ke sana deh. Oya, setiap lihat rumah ibadah yang megah gitu saya selalu ingat mimpi ingin ke Hagia Sophia. Kapan-kapan kalo punya uang haha. Kebanyakan baca cerita perang dan legenda drakula jadi gini deh.
Loncat-loncat topik mulu ya. Iya kalau lagi berkesempatan menikmati tempo hidup yang lebih lambat dan diperbolehkan menjadi penonton seperti saat ini, saya suka menyebar pandangan dan menyerap sebanyak mungkin momen. Dijadikan stok mimpi-mimpi baru untuk dicapai atau jadi cadangan bahagia, in case batre sedang abis haha.
Museum Nasional
Kami naik TransJakarta gratis yang tingkat itu huray. Akhirnya tercapai impian buat naik bus ini setelah sejak beberapa saat yang lalu cuma bisa nonton orang-orang dalam bus dari mobil lain. Bus ini lewat Monas (iya balik lagi ke titik nol haha) lalu melewati Museum Nasional. Nggak tahu apa alasan awalnya, tapi kami tiba-tiba turun di sini. Memang nggak ada agenda tetap sih ya haha. Fyi, tiket masuknya Rp 5.000,00 per orang dan ini tempat yang paling membahagiakan buat hari ini. Sungguh.
Ada yang nonton video saya untuk Godrej? Engga ya? Yaudah jangan, itu ga niat plus cuma sekian menit bikinnya haha.
Saya suka tempat ini. Selain memang karena tertarik dengan tempat yang menyuguhkan kurasi begini, suka tempat yang rapi, dan suka alur cerita yang dibawa dari pintu masuk hingga pintu keluar, saya suka efek yang ditimbulkan tempat ini pada partner perjalanan saya.
#nowlistening Tulus - Manusia Kuat
Salah satu yang membuat seseorang terlihat menarik adalah ketika dia sedang sangat percaya diri. Memang terkenal suka kasih funfact, saya nggak heran kalau di tempat seperti ini pasti dia akan seketika berperan sebagai tour guide.
"Itu namanya lingga, kalau yang itu yoni. Lingga itu blablabla."
Ada semangat yang terasa saat dia bercerita, meski saya tahu semua yang dia omongin itu, saya menyimak aja. Lebih asyik nontonin orang senang kan daripada bilang "udah tau ah" dan jadi kehilangan tontonan? Haha.
Engga sih, sebenernya habis itu saya banyakan nggak tahunya kok. Jadi emang guide-nya berguna haha. "Tuhkan bener Dinasti Ming itu abad blabla"
Sepertinya waktu kami paling lama dihabiskan di sini. Memang luas sih tempatnya. Oya satu lagi yang membuat saya bahagia di sini adalah adanya kesempatan untuk sendiri dan kesempatan untuk merasa punya teman seperjalanan. Kadang saya di depan, kadang dia di depan, kadang bersama. Berhenti lebih lama di titik yang menarik perhatian. Berjalan cepat kalau nggak menarik. Rasanya nggak ada tuntutan jadi lebih rileks dan bahagia haha.
Karena saya bahagia, jadi cerita tentang tempatnya malah pendek ya haha. Banyakan curhatnya . Yaudah. Kami menuju titik awal, Halte Karet, naik TransJakarta lagi. Kali ini saya berdiri. Nyobain duduk udah, nyobain berdiri udah. Ini #prestasi. Selamat ya Yus hahaha.
Pulang
Perjalanan berakhir di sini karena dia harus sudah tiba di rumah sebelum maghrib. Kami belum makan siang. Dia menempuh perjalanan pulang membawa oleh-oleh berupa lapar haha. Katanya, ga enak kalo berpisah di bus, jadi solat ashar dulu baru berpisah.
"Sampai jumpa lagi. Nanti. Masih lama," katanya.
Kata-kata perpisahan macam apa itu heu. Anw, saya puas dengan perjalanan hari ini. Dapet tontonan banyak haha, beberapa pasti bakal inget lama karena nyambung sama ingatan-ingatan lainnya.
#nowlistening Tulus - Tergila-gila
Ini lagu paling nempel di telinga
Btw ini random, saya penasaran deh, orang yang ditinggal mati suami kaya apa ya rasanya? Dulu waktu Pak Gapur baru meninggal dunia, Ibu Sukarti nyolek tangan saya dan bilang "Hayo udah ga punya kakek ya sekarang" dengan senyum bercanda dan muka tabah. Hatinya isinya apa ya?
Oya, kata kurasi nggak ada di KBBI, ada yang tahu harusnya apa?
Friday, September 16, 2016
Akhir Minggu Ketiga di Jakarta
Setelah melewati rasa-rasa campur aduk, akhirnya datanglah penghujung minggu ketiga saya resmi jadi orang yang menuh-menuhin Jakarta. Entah karena sudah mulai betah atau karena ini hari Jumat, perasaan ringan sudah hinggap di hati sejak pagi hari datang.
#nowlistening Tulus - Langit Abu-Abu
Saya bangun tidur dengan riang,
mencuci dengan riang,
mandi dengan riang,
berangkat dengan riang,
beli sarapan nasi uduk untuk saya dan bubur ayam untuk Bang Leo dengan riang,
serta melanjutkan perjalanan ke kantor dengan riang.
Pokoknya mood-nya oke sampai saat ini deh.
Enaknya #nowlistening Sore - Belajar Untuk Riang
Minggu ini saya nggak pulang ke Bandung. Sengaja karena ingin jalan-jalan di Jakarta. Masa sih selama tiga minggu cuma hapal jalan kos-kantor-kos doang hahaha. Untuk mengisi akhir minggu yang indah ini, saya udah waiting list minta waktu ke orang sejak minggu lalu, semoga dapet. Selain itu saya juga janjian sama orang yang lain lagi. Dan satu lagi untuk hari Minggu. Hahahah ga bisa sendirian jalan-jalannya.
Hari ini sudah terkabul makan malam bersama Wida, plus punya teman ngobrol hingga malam hari karena dia nginep di kamar saya. Asyik nggak sendirian di kosan.
Pengalaman pertama yang terjadi hari ini adalah naik grab-bike, naik go-car, pergi ke Kota Kasablanka yang saya baru tahu disingkat Kokas, makan di Toridoll Yakitori, dan nonton live music tapi dari bawah jadi mukanya ga keliatan wkwkwkwkwk.
Di Kokas saya ketemu Adelwin, Irena, Adari, dan Alvin secara nggak sengaja. WOW. Padahal kenalnya di Bandung. Mereka berempat adalah teman kuliah dan teman goa (kecuali Adari yang merupakan penghuni PAU). Ini masih merupakan rangkaian momen DuniaItuSempit setelah ketemu Jordan (temen SMA, Bandung) di Pulau Kenawa dan Kak Jordi (temen kuliah, Bandung) di Menara Sampoerna.
Sampai jumpa esok. Semoga kabar kepastiannya baik hahaha.
Thursday, August 18, 2016
15/8 Jakarta Lagi
Hari ini saya sudah meninggalkan rumah pukul 3.15 dini hari. Hebat ya hahaha. Mengejar XTrans yang jam 3.45 soalnya. Kesekian kalinya duduk di dekat jendela, lama-lama saya jadi menikmati rasanya nontonin pemandangan jalan tol dari jendela mobil travel. Asyiknya jadi penonton kehidupan orang-orang. Lampu-lampu mobil berseliweran rasanya indah, terang-gelap-terang-gelap bergantian menghipnotis. Kalau diliatin lama-lama bisa bikin ngantuk haha. Apa sih padahal niatnya romantis ala novel wkwk.
Akhirnya saya beneran tidur. Bingung juga mau ngapain, gabisa mainan hp karena mabuk darat haha. Saya baru terbangun ketika kendaraan sudah melewati Bekasi. Terus ketika sampai sekitar pancoran, ada telepon. Entah sayanya yang tingkat "gampang terharu"-nya kelewatan atau ini memang harusnya bikin terharu. Orangnya kayanya kesel saya kerjaannya terharu mulu, tapi da gimana sulit haha
Saya tiba di KC pukul 7 kurang sedikit. Masih dua jam menuju waktu janjian. Nongkrong dululah di sana sampai hampir pukul 8, nungguin jam kantor buka haha. Lalu order Go-Ride untuk pertama kalinya. Woow haha. Sekitar 2 km bayarnya cuma 4 ribu. Gila apa ini.
Tiba di kantor pukul 8.10an, blablabla, interview sekitar pukul 9, cabs dari kantor pukul 9.45. Saat nunggu abang Go-Ride depan Sampoerna, saya ketemu Kak Jordi sang idola haha. Ternyata Kak Jordi kantornya di gedung Sampoerna itu. Aneh juga jam segitu baru mau masuk kantor, ternyata dia telat.
Sampai XTrans KC pas banget ada mobil yg menuju Bandung sudah siap berangkat. Ikutlah saya dengan mobil itu. Hore menempuh perjalanan 6 jam padahal urusannya 45 menit. Hore 200 ribu. Hahah.
Saya sudah tiba di Bandung pukul 1 siang, padahal harus menunggu sampai pukul 4. Akhirnya setelah makan di D'Cost sendirian dan mati gaya, saya nongkrong di musola BIP sampe pukul 3, lalu di Gramedia sampai pukul 4. Masih berharap ada si buku target, tapi harapan ini berulang kali pupus
Udah abis itu sampai rumah dengan selamat. Tamat
Saya tiba di KC pukul 7 kurang sedikit. Masih dua jam menuju waktu janjian. Nongkrong dululah di sana sampai hampir pukul 8, nungguin jam kantor buka haha. Lalu order Go-Ride untuk pertama kalinya. Woow haha. Sekitar 2 km bayarnya cuma 4 ribu. Gila apa ini.
Tiba di kantor pukul 8.10an, blablabla, interview sekitar pukul 9, cabs dari kantor pukul 9.45. Saat nunggu abang Go-Ride depan Sampoerna, saya ketemu Kak Jordi sang idola haha. Ternyata Kak Jordi kantornya di gedung Sampoerna itu. Aneh juga jam segitu baru mau masuk kantor, ternyata dia telat.
Sampai XTrans KC pas banget ada mobil yg menuju Bandung sudah siap berangkat. Ikutlah saya dengan mobil itu. Hore menempuh perjalanan 6 jam padahal urusannya 45 menit. Hore 200 ribu. Hahah.
Saya sudah tiba di Bandung pukul 1 siang, padahal harus menunggu sampai pukul 4. Akhirnya setelah makan di D'Cost sendirian dan mati gaya, saya nongkrong di musola BIP sampe pukul 3, lalu di Gramedia sampai pukul 4. Masih berharap ada si buku target, tapi harapan ini berulang kali pupus
Udah abis itu sampai rumah dengan selamat. Tamat
Friday, April 22, 2016
Tak Pikir Panjang (2)
21 April 2016
Siang
Saya ditagih video ucapan selamat ulang tahun (semoga orangnya nggak baca). Rekamnya one take doang gaul hahaha. Saya rekam menggunakan webcam laptop. Ngomongnya pake hati banget itu. Jago saya kalo disuruh sesuatu yang gausah mikir. Semoga yang dengar suka.
Lalu tiba-tiba aja punya ide buat beli kado. Langsung saya chat di grup Doa Ibu, izin datang siang mau cari kado. Dijawab oke. Berangkatlah saya. Sampai di Gramedia, impulse buying keluar. Tiba-tiba udah pegang dua tas haha. Beli tas tangan gitu lucu motifnya. Saya putuskan kedua tas akan saya tawarkan ke yang ulang tahun. Nanti yang tak terpilih akan jadi milik saya hahah. Padahal saya berniat beli hadiah berupa pashmina loh pas berangkat dari kosan ckck.
#nowlistening Matahari Pagi - Banda Neira
Ke bagian Bargain Book, lihat Mein Kampf. Obsesi saya sama perang dunia zaman dulu SMP seperti bangkit lagi. Tapi mahal haha. Gajadi. Minjem aja kalo ada yang punya. Siapa ya, Ofek punya kali ya. Jalan lagi lanjut ke Lantai 2, buku import. Ada buku itu ahahah. Ya itu lah pokoknya. 112 ribu rupiah. Beli nggak yaa. Saya sudah baca versi terjemahannya dan suka banget. Tapi kalo beli yang ini kok ya nggak tega sama dompet. Saya diam di depan si buku sampai 10 menit. Yang membuat saya memutuskan pergi adalah kaki yang mulai lelah. Saya tiba-tiba punya ide yang agak hm, nanti aja deh tapi eksekusinya dipikirkan lagi saat tiba saatnya.
![]() |
| img source: djualanboekoe.wordpress.com |
Di akhir perjalanan saya di Gramedia, saya ingin berterima kasih pada Pemerintah Kota Bandung dan jajarannya. Akhirnya saya nggak lagi ditolak sama mbak kasir Gramedia ketika meminta, "Mbak, boleh nggak pake kantong plastik ga?" Makasih Pak, Bu, penolakan itu pahit wkwk.
Oya, saya juga mau terima kasih karena Jalan Merdeka kini ada pembatas jalur berupa pagar iklan layanan masyarakat. Saya jadi tidak perlu ngeles dan mengelak ketika diajak nyebrang nggak di zebra cross atau jembatan penyeberangan. Saya bisa jalan ke jembatan penyeberangan dengan tenang tanpa mengemukakan alasan-alasan ala buku kewarganegaraan. Makasih Pak, Bu, sesungguhnya terpaksa menyeberang di jalan selebar itu karena dipaksa teman yang mager jalan ke jembatan penyeberangan itu agak mengerikan. Mengerikan deng, nggak pake agak.
Ke kampus, saya mampir Teknik Kimia mau ngasihin barang yang saya beli tadi. Tapi gagal karena orangnya nggak angkat telepon. Saya nunggu di goa belakang sampai the birthday girl jawab chat. Lalu kembali ke labtek biru Teknik Kimia setelah ada jawaban dan lokasi ketemu. Berhasil huyeay. Ga mungkin gagal sih, emang ga ada surprise da saya mah to the point. Haha gapapa ya, Fi? Selamat ulang tahun Fiananda! Kelihatan terkejut kok tadi semoga bukan akting ya hahah.
Malam
Ada ajakan jalan dari Fiananda the birthday girl. Nggak mikir, iyain aja. Baru deh habis itu izin ke kelompok TA. Kebetulan pada ingin pulang juga jadi ya mantap. Makan Gokana dan karaoke ahahahah. Ngeluarin uang gapake mikir kok gampang ya?
Suara saya dibilang se-warna sama Andien oleh Kunfachri. Bangga sekaligus terharu sih uhuhu. Biasanya yang bilang warna saya enak cuma Fiananda haha.
Sekian.
Sunday, April 3, 2016
Guitar Hero
Kemarin.
For the first time in forever, saya pegang joystick.
For the first time in forever, saya main Guitar Hero.
Lawan Nadhifa, saya kalah telak. Skor nggak sampe setengahnya haha. Terus gantian jadi lawan Abram. Ya lumayanlah beda-beda tipis. Ga juga sih.
Lalu,
hari ini saya lawan Dwiky,
dan
MENANG.
Pada hari kedua saya main Guitar Hero ini, saya rasa ini passion saya. Meningkatkan kemampuan saya pada bidang ini akan menjadi prioritas saya sebagai pengisi waktu luang di goa.
Sekian.
Maaf, ga pernah main dan menang jadi langsung bahagia.
Semoga ga ada yang kesel namanya ga disensor.
Semoga ga ada yang kesel namanya ga disensor.
Saturday, March 26, 2016
Pluok-Pluok
"Geng" saya zaman SMP ini biasanya kumpul hanya saat libur Ramadhan. Bukan juga sih, terakhir ketemu Ramadhan dua tahun lalu bahkan. Nama grup line-nya pluok-pluok, entah bahasa buatan Fitria atau Wida, artinya apa juga saya nggak begitu mengerti. Nama itu sudah ada sejak kami kelas 9 SMP dulu. Nah, hari ini kami ketemuan dan main. Agenda ini direncanakan udah agak lama, disesuaikan dengan available-nya Fadhilah dan Hutami di Bandung.
![]() |
| nggak janjian tapi warnanya kompak senada |
Meski Pursita dan Fitri ga bisa hadir, rencana tetap jalan. Berkumpul di basecamp lalu caw ke dusun bambu, lanjut ke Karnivor. Sepanjang perjalanan yang diomongin buanyak sekali. Mulai dari pertanyaan standar kalo ketemu temen lama semacam "gimana TA?" dan "koas di mana?", catching up dengan isu-isu terkini dari temen-temen SMP, sampe ke hal-hal yang nggak ngerti kenapa tiba-tiba bisa dibahas panjang banget. Pertemuan kami berakhir jam setengah sembilan malam, setelah menjenguk Fitri yang sedang sakit, makan malam gratis di rumah Hutami, kajian kemahasiswaan (ngeri kali), dan lain-lain. Rasanya singkat sekali ga ketemu dua tahun cuma dibayar ketemu 10 jam. Lain kali harus ada nginep sih biar lebih panjang durasi chit-chat-nya.
![]() |
| Fadhilah, Fitria, Hutami, Wida, Yusrina, Nuning |
![]() |
| 41 Wida dan 42 Yusrina |
Terus saya mau kasih kabar, gara-gara ingin ditag di Path, saya bikin Path HAHAHA. Menyambung kelakuan Aghnia yang bikinin saya Instagram buat nge-like foto-foto dia, bertambah lagi lah media sosial yang saya punya. Ada-ada aja
Friday, March 25, 2016
Sate Maranggi Cibungur
Hai. Saya mau share salah satu tempat makan sate maranggi khas Purwakarta seperti yang pernah saya ceritakan di post ini.
Tempat yang plangnya bertuliskan Sate Maranggi Haji Yetty tapi tulisan di menunya Sate Maranggi Cibungur ini berlokasi di Jalan Raya Cibungur Purwakarta, keluar Gerbang Tol Sadang, di kanan jalan. Tempatnya luaaaaas sekali. Bakarannya banyak dan masing-masing ukurannya agak gigantik dibanding punya mamang sate pada umumnya. Selain itu, jumlah sate yang udah ditusuk dan siap bakar juga banyak banget. Mungkin karena itulah pelayanan di sini cepet banget. Baru pesen, eh langsung datang satenya. Nggak langsung juga sih, ya nunggu bentar lah. Ibu saya menghitung banyak pegawai yang sedang bekerja nusuk-nusukin sate, jumlahnya sampai menyentuh angka 25 orang. Luar biasa ya.
Sate di sini disajikan tanpa bumbu kacang, tanpa bumbu kecap, pakai sambal tomat yang katanya pedas (saya nggak coba). Bukan sambal tomat yang dihalusin gitu, ini tomatnya diiris-iris gitu besar-besar. Nggak pakai sambal dan bumbu-bumbu itu pun, sate ini udah enak banget. Empuk, manis, gurih, rempah, semuanya pas. Gaya ya saya ngomongnya, sok ngerti haha. Untuk sepuluh tusuk sate maranggi sapi harganya Rp 40.000,00. Kata saya sih lebih enak dari Pak Gino. Tapi ya barangkali itu karena saya udah lupa rasa sate Pak Gino ya haha. Saya nyobain sop dan gulenya. Enak juga. Dabest. Nasi timbelnya pulen. Bikin makan banyak pun rasanya nggak kenyang haha. Enak sih.
Udah ah. Oya, satu yang istimewa dan sangat luar biasa. Di menunya, Es Kelapa ditulis duluan dibanding Sate Maranggi.
Dan.
Enak banget.
Serius.
Meski harganya Rp 20.000,00 segelas, kamu ga akan nyesel. Sungguh luar biasa sih. Kelapanya nggak terlalu muda dan nggak tua-tua amat jadi ya gitu enak lembut haha. Es jeruk + kelapa lebih enak lagi sih, tapi ya lebih mahal. Gelasnya lucu, pake mok merek Maspion gitu. Pernah lihat ngga?
Sampai jumpa.
Friday, January 22, 2016
Wednesday, January 20, 2016
Sunday to Wednesday
Saturday, January 16, 2016
Liburan: Hari 25
Sherlock The Abominable Bride
Kembali menonton serial ini membuat saya kembali sadar seberapa suka saya sama senyumnya bapak Cumberbatch. Nonton begini jadinya fangirling hahahah. Well, liat Watson juga suka banget sih. Cuma kumisnya aja ngeselin. Ga kebayang kalo Poirot jadi orang, bakal se-ngeselin apa kumisnya.
Undangan Lagi
Sebenarnya bukan saya sih yang diundang. Pak Prapto, ketua ikawangi, anak lelakinya menikah. Papa dan Mama yang masuk ikawangi diundang untuk hadir. Terus saya familiar dengan nama mempelai wanitanya, persis nama guru biola saya di Braga Music School. Jadinya saya diajak ikut hehe. Terus ternyata beneran guru biola saya yang nikah haha. Dunia ini sempit memang. Yang saya katakan sebelum memberi selamat adalah "Kak, ingat saya nggak?" Haha
Menghitung Hari
Lusa udah mulai kuliah. Lusa deadline LPJ. Lusa ada rapat ring 1 pengurus him. Lusa kehidupan yang biasa akan kembali dimulai. Can't wait.
Saya baca Mrs.McGinty is Dead - Agatha Christie buat penutup liburan. Sama besok mau ke Kawah Putih bareng geng PSM. Pasti super seru.
Dah
Thursday, January 14, 2016
Liburan: Hari 22 dan 23
Tema dua hari ini adalah LPJ alias laporan pertanggungjawaban. Saatnya kembali bekerja di saat orang lain masih liburan wuhuw. Asyik sih jadi ada alasan ke kampus hahahahaha
dua puluh dua
Pagi hari saya baru baca balasan line dari Bu Minang, ibunya Astari, soal kabar HP Astari ketinggalan. Dari cara beliau bicara, kebayang langsung cerita-cerita Astari soal Bu Minang haha. Jarang-jarang saya ngontak orang tuanya teman. Agak deg-degan juga ya.
Pagi ini Hasna dan Mama akan ada acara di Bandung. Sekalian saya ditawari untuk dibawakan sarapan. Siapa yang dapat menolak? Haha. Pas mereka pulang saya juga ngikut pulang haha. Siang itu hujan deras sekali sampai-sampai jembatan Pasopati banjir. Luar biasa curah hujan akhir-akhir ini. Tiba di Cimahi kami segera cari makan siang, menengok ke Bakso Tresna, tapi parkir penuh. Jadinya ke Bakso Tresnoroso dekat rumah deh. Sudah lama saya nggak makan mie ayam di sini. Terbaik sih.
Hari ini Yoanne menebar wacana di grup Magnet, geng saya SMA. Ngga deng ngga ngegeng haha. Dia ngajak karaoke di DIVA karena ada sms dari Telkomsel yang bilang kalau DIVA sedang diskon 50%. Tapi ya gitu kalau ada beginian pasti ujungnya cuma wacana saja, nggak dieksekusi. Kesibukannya beda-beda sih. Isna lagi sibuk mempersiapkan Eureka, acaranya himpunan fisika. Yang lain lagi apa ya? Hm.
Berkat munculnya Isna di grup saya jadi dapet LPJ Eureka buat contoh presentasi besok haha yeayy. Saya butuh contoh karena Dwiky yang kata Sahilaushafnur udah siap pun ternyata belum buat slide, jadi cari contoh dari yang lain haha. Menghubungi Bunga sulit sekali padahal saya butuh respons cepat untuk koordinasi ini dan itu. Ingin telepon tapi nanti kena biaya mahal karena dia sedang di Singapura. Aih. Untung akhirnya chat saya dibalas. Saya bagi tugas dengan Diardano dan Adelwin untuk menyelesaikan pekerjaan ini. Semoga mereka sebersemangat saya.
Malam hari, slide untuk presentasi besok sudah selesai. Saya kirimkan pada Diardano sebagai contoh (barangkali dia belum buat) dan kirimkan kepada Adelwin untuk dibaca supaya besok siap presentasi. Oh ya pekerjaan ini diselingi dengan chat dari Sahilaushafnur. Saya jadi semakin yakin harus segera menuliskan resume 7 Habits, salah satunya untuk dia.
Btw ada sesuatu yang membuat saya berpikir aneh-aneh. Aih aih tidur tidak tenang.
dua puluh tiga
Ternyata kalau dihitung banyak juga ya hari libur saya. Sayang sebentar lagi habis. Tapi senang juga sih bisa segera ketemu orang-orang.
Diardano ternyata belum buat slide hiks sedih. Yasudah toh waktu masih banyak kan ya. Janjian pukul 10, kami baru siap dan bergerak menuju Lembaga Kemahasiswaan pukul 11.30. Ternyata sudah hampir tutup karena istirahat jadi kami diminta kembali pada pukul 13. Ternyata ada 5 proposal HME yang cair dananya, 3 dari Badan Pengurus dan 2 dari ekskursi tahun lalu. Jadilah kami harus menghubungi koordinator ekskursi teknik elektro dan teknik tenaga listrik untuk minta file. Tapi semua terselesaikan dengan baik kok, meski yang teknik elektro belum sih.
Presentasi berjalan lancar, tapi tidak sesuai yang diharapkan. Ternyata LPJ-nya bersifat umum. Apa yang kami lakukan setahun kemarin dan apa yang sebaiknya kami lakukan setahun kedepan. Lumayan menarik. Mestinya saya bawa Sahilaushafnur ke sini. Oya Pak Sony sebagai pihak LK merasa nggak fair HME yang himpunan besar dan harus mengakomodasi banyak orang cuma dapet 10 juta. Baguslah LK menyadari itu. Semoga kesempatan lebih baik lagi tahun depan.
Selesai presentasi saya pulang. Menyapa Clearesta di kosan. Kemudian menuju rumah bersama Zorro yang sebentar lagi ulang tahun keempat.
Oya ternyata Pratama juga mengangkat topik yang membuat saya gelisah tadi malam. Asyik ada yang sadar. Nggak deng nggak asyik kalo ga ada solusinya.
Kartu pos dari Ipung sudah tiba di rumah Daryl. Saya nggak sabar apa yang akan muncul di kosan saya. Excited padahal cuma nebak-nebak. Siapa tahu ternyata nggak dikasih hahaha.
Semoga Tuhan melindungi orang-orang yang saya kasihi. Semoga Tuhan juga melindungi orang-orang yang 'mereka' kasihi. Ingin pake hashtag jakarta tapi nanti jadi tren worldwide. Yaudah gausah. Semoga negara ini baik-baik saja.
Kartu pos dari Ipung sudah tiba di rumah Daryl. Saya nggak sabar apa yang akan muncul di kosan saya. Excited padahal cuma nebak-nebak. Siapa tahu ternyata nggak dikasih hahaha.
Semoga Tuhan melindungi orang-orang yang saya kasihi. Semoga Tuhan juga melindungi orang-orang yang 'mereka' kasihi. Ingin pake hashtag jakarta tapi nanti jadi tren worldwide. Yaudah gausah. Semoga negara ini baik-baik saja.
Thursday, December 31, 2015
Liburan: Hari 9
Today is the day. Perjalanan dimulai dari stasiun Kalisetail. Kami tiba pukul 05.10, lebih awal 45 menit dari jam keberangkatan. Setelah cetak tiket Malang-Yogya untuk saya dan Clearesta, saya menemani orang-orang sarapan di kantin di area stasiun.
05.45 saya menuju peron. Setelah periksa tiket dan identitas, saya menunggu di sisi paling kiri peron 2, bersama banyak penumpang lainnya. Ada tas kuning yang disimpan begitu saja di tengah, di antara dua rel. Warnanya bagus dan menarik perhatian. Jadi saya foto haha
And the trip began, kereta berangkat tepat waktu, 05.55. Saya duduk di sebelah kiri kereta, di depan saya ada mbak bertujuan Malang yang sering sekali terima telepon tentang kerjaan. Serong kanan ada siswa SMK jurusan otomotif yang baru kelas 1 dan terlihat polos. Sebelah saya kosong. Kemudian ditempati mas-mas petani dari Kalibaru yang mantan guru SMA. Ternyata dia duduknya nggak disitu haha. Di stasiun Kalibaru ada bapak dan dua anak yang kayanya sedang nontonin kereta lewat. Anak cowok itu seperti melakukan sebuah 'jurus' untuk menghentikan laju kereta. Kemudian dia melambaikan tangan ketika kereta melaju kembali. Lucu.
Perjalanan mulanya hanya ditemani pemandangan hijau dan Stephen R. Covey. Mencatat hal yang penting di buku biru, kadang catat di handphone, kadang foto bukunya untuk quote haha. Saya bahkan sempat menyampaikan quote ke Ridhan. Tapi ga diread haha. Dia ke kampung Lio kali ya.
Nah namun hal tersebut berubah ketika mas petani tadi ngajak ngobrol si siswa, basa-basi biasa. Siswa ini agak pemalu dan halus suaranya. Kemudian beberapa menit kemudian mas petani ini ngajak saya ngobrol juga. Dia bilang enak kalo ngobrol sama mahasiswa, lebih nyambung. Tersanjung saya.
We talk about things a lot. Cara-cara menjalani masa SMA biar tetap banyak teman tapi prestasi bagus, peluang otomotif di Indonesia, isi bukunya Covey, bedanya Bandung Malang Kalibaru, game Clash of Clans, dan masih banyak lagi. Mas petani ini bilang "Untung saya ngajak ngobrol Mbak. Coba kalo nggak, kan nggak bisa ketawa-ketawa kaya sekarang. Ngelamun aja gitu"
Saya jawab "Ahaha, saya emang suka lihat-lihat ginian mas" padahal dalam hati saya bilang sebenernya saya takut sama mas. Tapi ga tega. Mas petani ini orangnya tipe-tipe pencair suasana yang bercandaannya biasa aja. Tapi ya menyenangkan sih. Beliau cerita kalau misi hidupnya itu untuk membahagiakan orang lain. He said that he is a natural entertainer.
Tiba di Jember, penumpang asli kursi 8D hadir sehingga mas petani tadi kembali ke kursinya. Saya lanjutkan ngobrol sedikit dengan adek siswa SMK, kemudian kembali membaca dan mencatat. Perjalanan setelahnya ya isinya memandangi jendela kiri, mengamati penumpang, mengamati orang-orang yang nungguin palang kereta. Hingga kemudian saya tiba di Kabupaten Malang. Clearesta udah mulai teror chat.
"Uda nyampe mana? Aku otw stasiun"
"nggak tahu haha. ijo semua"
"okay"
"Ijo?"
"pohon maksudnya haha"
"Mana tuh wkwk" respon Clearesta. Yaiyalah siapa juga yang bisa tahu hanya dengan melihat rumput haha
Saya tiba di Stasiun Malang (Kota Baru) pukul 12.50an. Karena ada kereta di peron sebelah, saya dan arus yang ada mesti lewat semacam terowongan. Seru ya serasa di subway mana gitu. Terbayang oleh saya adegan Jason Statham kejar-kejaran di sana. Ya atau The Raid 2 juga boleh lah. Imajinasi saya yang keren kayaknya.
Clearesta sudah menunggu di depan pintu keluar. Saya ingin ke toilet dulu, tapi tidak dapat menemukan adanya toilet. Terus kami ngide pergi ke SMAN 3 Malang, sekolahnya Clearesta, Aghnia, Dwiky, dan Rozzi. Niat ya padahal jauh. Masa cuma untuk ke toilet aja. Sekalian deh saya foto buat pamer ke Aghnia dan Dwiky haha. Btw sekolahnya kaya SMA saya, kebagi gitu. Tapi mereka kebagi tiga sih, saya cuma kebagi dua. Suasananya kaya penjara. Pagarnya tinggi-tinggi. Saya dan Clearesta sempat sok-sok main basket dan bola dulu bentar sampai muncul anak-anak KMN (Keluarga Mahasiswa Ngalam) muncul dan menyapa Clearesta. Mereka sedang ada acara Ganesharing gitu katanya.
![]() |
| yusrina dan clearesta |
nulisnya belum selesai tapi lelah. sebenarnya saya tidak ingin menunda supaya excitement-nya masih luar biasa tinggi. namun sekian dulu
updated soon
Malang, 12.18 pm
dilanjutkan di dalam kereta Malioboro Ekspres
Hari ini sebenarnya Clearesta juga kedatangan tamu lain, dari Jakarta. Dia dan teman-temannya berniat menjamu tamu ini. Katanya sekalian saja saya ikut dengan mereka. Sekarang mereka sedang di tempat es krim Pak Oen. Setelah mereka selesai mereka akan menjemput kami di SMAN 3 Malang.
Berkenalan dengan orang-orang baru: Tatang, Dea, dan sang tamu dari Jakarta yang ternyata PSM 2013, Vania. Teman-teman saya nyambung-nyambung ya ternyata. Btw Tatang dan Clearesta itu seSMA di 3 Malang sedangkan Dea dan Clearesta itu seSMP. Mereka berempat GEA 2013 jadi saya ini berasa penyusup hahaha.
Tidak sulit untuk nyambung sama obrolan dan bercandaan mereka karena ternyata kelakuan mereka sama saja dengan teman-teman saya di HME. Sepanjang perjalanan dengan mobil Tatang, adaaa aja yang diketawain atau diomongin padahal kadang nggak penting. Seru sih parah.
Destinasi pertama Bakso Bakar Trowulan 65 karena kami berlima belum makan siang. Oh baru diketahui ternyata tour guide dan driver kami ini sedang puasa. Tak tega tapi dia berulangkali berucap "eh selo banget selo selo" jadi ya mau tak mau kami makan. Memang lapar juga.
Datang di sana kami order 20 bakso bakar pedas dan 20 tidak pedas, Tatang deng yang order. Ambil mangkuk sendiri, ngisi bihun bawang goreng dan seledri sendiri, ngasih kuah sendiri. Saya baru tahu makan bakso bisa semandiri ini haha. Yang pedas sepertinya memang pedas, Dea dan Vania mukanya bereaksi layaknya orang makan pedas. Yang nggak pedas rasanya manis dan ada pedasnya sedikit. Enak sih menurut saya. Kata Tatang bakso bakar yang enak memang di sini. Dea mendebat dengan bilang kalo di daerah X ada juga dan enak banget. Tapi kami nggak ke sana buat membandingkan kok. Masa makan bakso bakar dua kali sehari.
Btw saya nggak tahu harga, karena Tatang insist kalo dia yang bayar. Orang ini agak heboh. Rekap semua order, nyari meja, nawarin dan ngambilin minum, maksa Clearesta nambah minum, dan puncaknya rebutan bayar sama Dea dan Vania. Aneh. Lebih aneh kasirnya. Dea dan Vania nyodorin uang duluan tapi dikembaliin lagi, yang diterima uang Tatang. Dia mengaku punya softskill mengambil hati kasir. Hm menarik.
Tujuan kami selanjutnya adalah MochiMaco di Jalan Soekarno-Hatta no. 30 kav. 3. Katanya sih tempat makan mochi es krim yang lagi hits di Malang. Tempatnya bagus, ya kaya tempat nongkrong di Bandung lah. Cantik dan nyaman dengan lampu warna kuning yang bikin suasana ramah. Sayang menurut saya desain pantry-nya kurang bagus. Dea merekap pesanan kemudian berniat membayar. Sudah berdiri di depan kasir dan menyiapkan uang, tiba-tiba datang uang dari sebelah kiri alias Tatang yang langsung disambut oleh tangan mbak kasir. Entah ada apa antara Dea dan Tatang sehingga terasa suasana kompetitif dalam aspek yang agak tidak wajar ini. Saya rasa mbak kasir terpesona oleh Tatang sih. Habis nerima uangnya senyum-senyum gitu. Dea bereaksi "Loh Mbak kenapa uang dia yang diterima?" sambil kesel-kesel heboh gitu haha. "Biasa softskill," kata Tatang. Lucu mereka ini. Persaingan selanjutnya terjadi antara Dea dan Vania ketika mbak kasir nanya "Ada 2 ribu? Biar pas 5 ribu kembalinya". Lucu mereka ini.
Saya, Clearesta, dan Vania merasa mbak kasirnya cantik. Saat naik tangga ke lantai 2 Tatang mengakui hal itu haha. Terus yang antar pesanan kami mbak yang di kasir tadi itu. Pas kami tanya "yang mochi ini isinya apa mbak?" Dia membuat kami main tebak-tebakan rasa. Yang semangat Clearesta dan Vania sih. Saya penasaran memang setiap pengunjung yang bertanya dibikin main tebak-tebakan atau benar mbak ini sedang terpesona haha.
Mochi eskrimnya enak. Pake banget. Saya pesan Taro dan Vanila. Dua-duanya isinya eskrim dan super enak. Mochinya nggak terlalu tebel kaya yang saya pernah beli di suatu tempat di Bandung. Es krimnya enak juga. Punya Vania dan Clearesta yang rasa Cheese Cream ternyata isinya bener cream cheese kaya cheese cake beneran. Waaw. Saya mesti kesana lagi kalau saya ke Malang. Harus.
Foto di atas dipost di grup line GEA 2013 haha. Ada yang komentar "ada satu orang yang nggak dikenal". Hayolo hahah
Kami bingung mau ke mana lagi karena hari hujan. Oya keluar dari MochiMaco, Dea dan Vania rebutan bayar parkir. Tapi yang diterima adalah Tatang tentu saja. Kami akhirnya memutuskan menuju tempat makan Tahu Campur. Eh ternyata tutup. Karena dekat dengan Pecinan sekalian saya dan Clearesta mampir toko Barokah untuk beli sprei buat Mbak Ita haha. Oya kami lewat Kampung Arab yang jadi bahan thesis Mbak Ita. Oya ini isi chat saya dengan kakak yang kalo ngechat saya dan Clearesta pasti lewat Clearesta. Jago bikin orang kesel emang orang ini.
Tujuan selanjutnya Illy Cafe Jalan Arjuno 36, yang katanya makanannya hits dan terkenal. Pasta-pasta gitu. Sayang ternyata tutup setiap hari Kamis. Selanjutnya kami menuju Kedaishi di Jalan Wilis 25.
Ini perhentian terakhir sekalian sholat ashar dan nunggu berbukanya Tatang. Dea pesan Takoyaki sedangkan saya pesan es serut yang diberi toping karamel dan sweet corn serta cornflakes, keju, dan susu. Enak haha. Clearesta pesan yang sama dengan saya. Vania pesan yoghurt bertopping buah potong. Punya saya harganya 18 ribu. Hari ini makan manis-manis mulu ya haha. Enak sih tapi gimana dong. Sambil makan biasa ngobrol-ngobrol. Nggak tahu kenapa bahas MBTI waktu itu. Saya sama Vania sama, golongan darah sama pula. Mereka percaya soal sifat golongan darah fyi. Terus Tatang tes dan hasilnya sama dengan saya dan Vania. Sesuai pula dengan tebakan kami berdua di awal dia ngerjain tes haha.
Kami pulang dari Kedaishi selepas Maghrib. Masih terjadi persaingan bayar parkir kali ini masih antara Tatang dan Dea. Oya tadi bayar Kedaishinya berhasil dilakukan oleh Dea. Dengan strategi tiba-tiba mendekati kasir saat Tatang sedang berbuka sehingga yang terdengar hanya bon diprint dan transaksi selesai haha. Btw saya dan Clearesta jadinya nitip patungan ke Dea buat dititip ke Tatang. Nggak enak karena takut menyinggung tapi lebih ga enak karena ngerepotin.
Saya dan Clearesta didrop off di rumah Clearesta. Terima kasih Clearesta, Tatang, Dea, dan Vania telah membuat 5 jam saya di Malang luar biasa menyenangkan. Senang jalan-jalan sama kalian haha.
Selanjutnya saya kenalan dengan Nana dan Awan, keduanya adik Clearesta. Sambil nunggu orang tua Clearesta pulang dari rumah sakit, saya numpang mandi. Terus dikasih jagung bakar sama Nana waaw. Terus diajak ke acara tahun baruan RT situ oleh Ibunya Clearesta waaw. Terus saya ikut denger dangdut, berdoa, nonton orang makan, lalu pulang sekitar pukul 21. Ngantuk banget. Oya saya dan Clearesta bikin surat isinya ucapan untuk Mbak Ita. Nulisnya bikin sedih huhu. Terbawa perasaan gitu pas nulis, sadar bentar lagi anggota gengnya berkurang. Setelah beres dan nulis blog sedikit. Akhirnya saya memutuskan untuk tidur sekitar pukul 1 am.
Sekian
punten panjang pisan postnya
dilanjutkan di dalam kereta Malioboro Ekspres
Hari ini sebenarnya Clearesta juga kedatangan tamu lain, dari Jakarta. Dia dan teman-temannya berniat menjamu tamu ini. Katanya sekalian saja saya ikut dengan mereka. Sekarang mereka sedang di tempat es krim Pak Oen. Setelah mereka selesai mereka akan menjemput kami di SMAN 3 Malang.
Berkenalan dengan orang-orang baru: Tatang, Dea, dan sang tamu dari Jakarta yang ternyata PSM 2013, Vania. Teman-teman saya nyambung-nyambung ya ternyata. Btw Tatang dan Clearesta itu seSMA di 3 Malang sedangkan Dea dan Clearesta itu seSMP. Mereka berempat GEA 2013 jadi saya ini berasa penyusup hahaha.
Tidak sulit untuk nyambung sama obrolan dan bercandaan mereka karena ternyata kelakuan mereka sama saja dengan teman-teman saya di HME. Sepanjang perjalanan dengan mobil Tatang, adaaa aja yang diketawain atau diomongin padahal kadang nggak penting. Seru sih parah.
Destinasi pertama Bakso Bakar Trowulan 65 karena kami berlima belum makan siang. Oh baru diketahui ternyata tour guide dan driver kami ini sedang puasa. Tak tega tapi dia berulangkali berucap "eh selo banget selo selo" jadi ya mau tak mau kami makan. Memang lapar juga.
Datang di sana kami order 20 bakso bakar pedas dan 20 tidak pedas, Tatang deng yang order. Ambil mangkuk sendiri, ngisi bihun bawang goreng dan seledri sendiri, ngasih kuah sendiri. Saya baru tahu makan bakso bisa semandiri ini haha. Yang pedas sepertinya memang pedas, Dea dan Vania mukanya bereaksi layaknya orang makan pedas. Yang nggak pedas rasanya manis dan ada pedasnya sedikit. Enak sih menurut saya. Kata Tatang bakso bakar yang enak memang di sini. Dea mendebat dengan bilang kalo di daerah X ada juga dan enak banget. Tapi kami nggak ke sana buat membandingkan kok. Masa makan bakso bakar dua kali sehari.
Btw saya nggak tahu harga, karena Tatang insist kalo dia yang bayar. Orang ini agak heboh. Rekap semua order, nyari meja, nawarin dan ngambilin minum, maksa Clearesta nambah minum, dan puncaknya rebutan bayar sama Dea dan Vania. Aneh. Lebih aneh kasirnya. Dea dan Vania nyodorin uang duluan tapi dikembaliin lagi, yang diterima uang Tatang. Dia mengaku punya softskill mengambil hati kasir. Hm menarik.
Tujuan kami selanjutnya adalah MochiMaco di Jalan Soekarno-Hatta no. 30 kav. 3. Katanya sih tempat makan mochi es krim yang lagi hits di Malang. Tempatnya bagus, ya kaya tempat nongkrong di Bandung lah. Cantik dan nyaman dengan lampu warna kuning yang bikin suasana ramah. Sayang menurut saya desain pantry-nya kurang bagus. Dea merekap pesanan kemudian berniat membayar. Sudah berdiri di depan kasir dan menyiapkan uang, tiba-tiba datang uang dari sebelah kiri alias Tatang yang langsung disambut oleh tangan mbak kasir. Entah ada apa antara Dea dan Tatang sehingga terasa suasana kompetitif dalam aspek yang agak tidak wajar ini. Saya rasa mbak kasir terpesona oleh Tatang sih. Habis nerima uangnya senyum-senyum gitu. Dea bereaksi "Loh Mbak kenapa uang dia yang diterima?" sambil kesel-kesel heboh gitu haha. "Biasa softskill," kata Tatang. Lucu mereka ini. Persaingan selanjutnya terjadi antara Dea dan Vania ketika mbak kasir nanya "Ada 2 ribu? Biar pas 5 ribu kembalinya". Lucu mereka ini.
Saya, Clearesta, dan Vania merasa mbak kasirnya cantik. Saat naik tangga ke lantai 2 Tatang mengakui hal itu haha. Terus yang antar pesanan kami mbak yang di kasir tadi itu. Pas kami tanya "yang mochi ini isinya apa mbak?" Dia membuat kami main tebak-tebakan rasa. Yang semangat Clearesta dan Vania sih. Saya penasaran memang setiap pengunjung yang bertanya dibikin main tebak-tebakan atau benar mbak ini sedang terpesona haha.
Mochi eskrimnya enak. Pake banget. Saya pesan Taro dan Vanila. Dua-duanya isinya eskrim dan super enak. Mochinya nggak terlalu tebel kaya yang saya pernah beli di suatu tempat di Bandung. Es krimnya enak juga. Punya Vania dan Clearesta yang rasa Cheese Cream ternyata isinya bener cream cheese kaya cheese cake beneran. Waaw. Saya mesti kesana lagi kalau saya ke Malang. Harus.
Foto di atas dipost di grup line GEA 2013 haha. Ada yang komentar "ada satu orang yang nggak dikenal". Hayolo hahah
Kami bingung mau ke mana lagi karena hari hujan. Oya keluar dari MochiMaco, Dea dan Vania rebutan bayar parkir. Tapi yang diterima adalah Tatang tentu saja. Kami akhirnya memutuskan menuju tempat makan Tahu Campur. Eh ternyata tutup. Karena dekat dengan Pecinan sekalian saya dan Clearesta mampir toko Barokah untuk beli sprei buat Mbak Ita haha. Oya kami lewat Kampung Arab yang jadi bahan thesis Mbak Ita. Oya ini isi chat saya dengan kakak yang kalo ngechat saya dan Clearesta pasti lewat Clearesta. Jago bikin orang kesel emang orang ini.
Tujuan selanjutnya Illy Cafe Jalan Arjuno 36, yang katanya makanannya hits dan terkenal. Pasta-pasta gitu. Sayang ternyata tutup setiap hari Kamis. Selanjutnya kami menuju Kedaishi di Jalan Wilis 25.
Ini perhentian terakhir sekalian sholat ashar dan nunggu berbukanya Tatang. Dea pesan Takoyaki sedangkan saya pesan es serut yang diberi toping karamel dan sweet corn serta cornflakes, keju, dan susu. Enak haha. Clearesta pesan yang sama dengan saya. Vania pesan yoghurt bertopping buah potong. Punya saya harganya 18 ribu. Hari ini makan manis-manis mulu ya haha. Enak sih tapi gimana dong. Sambil makan biasa ngobrol-ngobrol. Nggak tahu kenapa bahas MBTI waktu itu. Saya sama Vania sama, golongan darah sama pula. Mereka percaya soal sifat golongan darah fyi. Terus Tatang tes dan hasilnya sama dengan saya dan Vania. Sesuai pula dengan tebakan kami berdua di awal dia ngerjain tes haha.
Kami pulang dari Kedaishi selepas Maghrib. Masih terjadi persaingan bayar parkir kali ini masih antara Tatang dan Dea. Oya tadi bayar Kedaishinya berhasil dilakukan oleh Dea. Dengan strategi tiba-tiba mendekati kasir saat Tatang sedang berbuka sehingga yang terdengar hanya bon diprint dan transaksi selesai haha. Btw saya dan Clearesta jadinya nitip patungan ke Dea buat dititip ke Tatang. Nggak enak karena takut menyinggung tapi lebih ga enak karena ngerepotin.
Saya dan Clearesta didrop off di rumah Clearesta. Terima kasih Clearesta, Tatang, Dea, dan Vania telah membuat 5 jam saya di Malang luar biasa menyenangkan. Senang jalan-jalan sama kalian haha.
Selanjutnya saya kenalan dengan Nana dan Awan, keduanya adik Clearesta. Sambil nunggu orang tua Clearesta pulang dari rumah sakit, saya numpang mandi. Terus dikasih jagung bakar sama Nana waaw. Terus diajak ke acara tahun baruan RT situ oleh Ibunya Clearesta waaw. Terus saya ikut denger dangdut, berdoa, nonton orang makan, lalu pulang sekitar pukul 21. Ngantuk banget. Oya saya dan Clearesta bikin surat isinya ucapan untuk Mbak Ita. Nulisnya bikin sedih huhu. Terbawa perasaan gitu pas nulis, sadar bentar lagi anggota gengnya berkurang. Setelah beres dan nulis blog sedikit. Akhirnya saya memutuskan untuk tidur sekitar pukul 1 am.
Sekian
punten panjang pisan postnya
Tuesday, December 29, 2015
Liburan: Hari 7
I would like to congratulate myself for being consistent in writing this blog since last year. It's been a year YEAY CONGRATS!!
okay pardon the self-talking thing haha, here we go
Hari ini saya nemu makanan baru lagi, sejenis kacang yang namanya kedawung. Bentuknya seperti almond, tapi rasanya nggak mirip. Menurut saya sih nggak begitu enak haha. Kata Om Yon (yang ngasih) kalau makan kedawung nanti jadi suka buang angin haha.
Kami mampir ke rumah Om Yon tanpa rencana. Saat dalam perjalanan menuju Pantai Plekung, kebetulan beliau ada di depan rumah. Terjadi sapa menyapa dengan jarak lebih dari 3 meter (antara mobil dengan teras rumah), yang akhirnya dilanjutkan dengan mampir ke rumah dan diberi oleh-oleh macam-macam makanan termasuk kedawung dan cipiran. Tau cipiran nggak? Itu kue dari tepung ketan yang bentuknya mirip kecipir. Khas Banyuwangi tuh.
Pamit dari Om Yon, kami melanjutkan perjalanan. Tapi batal ke Pantai Plekung karena menurut teman ayah saya, di sana nggak bisa pakai mobil pribadi karena harus sewa. Sayangnya harga sewanya 250ribu per person untuk pergi-pulang. Mungkin karena sasarannya udah internasional kali ya. Ombak di Pantai Plekung ini sudah terkenal di antara para surfer dunia. Karena mahal, akhirnya kami memutuskan menuju Grajagan.
![]() |
| Grajagan |
Grajagan itu pantai yang pertemuan antara sungai dan lautnya agak deras gitu jadi kaya grajagan. Apa ya grajagan bahasa indonesianya saya nggak tahu. Ini kali kedua saya ke pantai Grajagan. Biaya masuk per orang Rp 12.500,00. Sampai di sana ternyata panas sekali. Jadi ya cuma jalan keliling-keliling saja. Di sebuah pojok tiba-tiba ada tangga. Ayah saya ngajakin naik. Biasalah jiwa petualangnya terlalu besar. Ada fotonya nanti diupload kalo ada koneksi haha.
![]() |
| ki: tangga di sebuah bukit; ka: pemandangan dari atas, airnya biru |
Saya makan es krim dua kali hari ini. Menyenangkan haha
Lesti nyanyi Zafin sama Judika huhu bagus ngets. Ini saya lagi nonton D'Academy Asia di rumah Sumbersari. Kapan saya bisa nyanyi dangdut sebegitu bagus ya hm.
Sumbersari,19.40
Monday, December 28, 2015
Liburan: Hari 6
Sarapan pagi ini saya ketemu sayur baru lagi. Namanya sayur lompong. Jadi batangnya tanaman talas bisa dimasak, itu mungkin ya yang disebut dengan lompong. Tadi itu bumbunya seperti kalau ibu saya masak daun ginseng. Ayah saya mengingatkan saya buat hati-hati barangkali alergi sama batang talas. Untungnya engga. Akan sedih rasanya kalau sampai alergi sayur haha.
Selesai sarapan dan blablabla kami pergi ke Banyuwangi menemani ayah yang hendak menghadiri rapat Ukawangi (Unit Kebudayaan Banyuwangi). Karena tiba terlalu awal, akhirnya kami ke Pantai Boom dulu. Sebenarnya kami memang berniat ke Pantai Boom, tapi setelah berpisah dengan ayah yang pergi rapat di Taman Blambangan.
Puanase pol. Ya namanya juga pantai sih gimana ya. Ada Marina Srikandi di pelabuhan, kapal yang bisa membawa kita dari Pantai Boom ke Pantai Kuta. Tapi harganya sekitar 350ribu rupiah per person jadi ya ga beli tiketnya haha. Kami cuma lihat-lihat orang sewa payung buat nongkrong di pasir pantai, beli kacang rebus, makan kelapa muda, terus pulang. Pantai Boom ini sedang direvitalisasi, kayanya akan keren. Banyuwangi memang sedang gencar sih menaikkan sektor pariwisata. Kayanya Bupati yang sekarang menang lagi deh berdasarkan quick count. Kita tunggu saja pengumuman dari KPU gimana.
Meninggalkan Pantai Boom, kami menuju Taman Blambangan. Suasananya senyaman taman di Bandung. Taman ini ada lapangannya. Terus ada semacam pendopo gitu di pinggir lapangan. Di sanalah anak-anak Ukawangi rapat. Kelihatan ada Arbet nyamperin kami yang baru tiba. Begitu mendekat kelihatan pula Rianda dan satu lagi anak HME namanya Shasa. Baru tahu saya kalau Shasa anak Banyuwangi haha. Saya kira Malang atau Lumajang gitu. Saya nggak ikut rapat, cuma duduk di pinggiran aja. Sambil nulis blog untuk post Liburan: hari 5 haha. Setelah ayah saya setor muka sebentar, fotoin mereka rapat, dan kasih speech sedikit, pamitlah kami.
Makan siang di perbatasan Rogojampi, kami ketemu nasi tempong. Nasi tempong itu makanan khas Banyuwangi yang khas pedasnya. Lauk dan sayurnya bisa macam-macam. Yang bikin beda adalah sambalnya. Saya nggak tahu dibuat dari apa sih sehingga dinyatakan berbeda. Oya disebut nasi tempong karena kalo habis makan rasanya kaya habis ditempong alias ditempeleng, saking pedesnya gitu. Btw saya nggak beli karena apa gunanya beli makanan yang khasnya terletak di rasa pedasnya tapi minta ga pedas haha.
Sore hingga malam sekarang saya mengerjakan rekap Kebiroan yang jumlahnya juta-juta haha. Semoga segera dapet uang. Malam ini panas btw
Dah
Pandan, 23.22
Monday, August 31, 2015
Gejolak dalam Hati
Catatan harian selayaknya berisi keseharian yang biasa-biasa saja. Sepertinya saya sudah meninggalkan makna catatan harian sejak beberapa hari lalu dengan terlalu memikirkan apa yang sebaiknya saya tulis. Untuk memenuhi permintaan pembaca setia yang tadi nanyain blog saya, hari ini saya mau cerita soal kejadian hari ini.
Pagi ini saya mandi lebih pagi dari biasanya karena mesti ke kampus untuk pelatihan asisten praktikum tapi juga mesti keramas plus nunggu rambut kering tanpa pake hairdryer. Kalimat apa barusan ya terlalu banyak informasi haha. Saya, Daryl, dan Pratama janjian ke Laboratorium Dasar Teknik Elektro (Labdas) pukul 9 pagi. Namun karena kemageran akut dan gejolak dalam hati yang mengatakan besok saja mulai pelatihannya, saya baru tiba di kampus pukul 9.45. Gejolak dalam Hati I.
Bimbang lebih baik ke labdas hari ini atau besok, akhirnya saya mengurungkan niat karena mengetahui Pratama dan Daryl udah naik duluan (labdas ada di lantai 3). Maka saya menghabiskan 1 jam waktu saya untuk diam di HME, ngobrol sama beberapa orang, ketawa-ketawa ga jelas (seperti biasa), main pingpong bersama Nadhifa, makan cronut yang dibeli kemarin tapi ga dimakan karena ga boleh dibawa masuk ke Focal Point, baca materi kuliah, dan lain-lain. Oya saya ngasih lolipop ke Ali sebagai balasan yang tanggal 16 Agustus kemarin. Terima kasih Ali.
Kelas Pengolahan Citra Digital dimulai pukul 11. Seperti yang pernah saya ceritakan, kelas ini seru dan menginspirasi. Kali ini Ibu Tati LR Mengko (dosen kelas PCD) mengundang Bapak Richard Mengko untuk "mengganggu" kami selama 10 menit. Dimulai dengan menunjukkan futuretimeline.net, Pak Richard sukses mendapatkan seluruh perhatian kami. Dua hal menarik yang beliau tekankan yaitu
Hati-hati dengan cara (kalian) berpikir ke depan, dunia nanti bukan lagi dunia sekarang.
Hati-hati (dengan masa kuliah yang) 4 tahun ini. Kalau tidak berhati-hati, kesusahan Indonesia akan semakin panjang.
Kemudian di akhir kelas, hati dan pikiran saya kembali bergejolak. Mau saya balas dengan cara bagaimana rakyat yang sudah membiayai saya kuliah sekarang. Apalagi kalau nanti S2 dibantu LPDP, berat sekali tanggung jawab di pundak ini. Gejolak dalam Hati II.
Saya makan siang bersama Daryl, Pratama, dan Bianca. Pas makan siang ini kami bahas rencana nonton nanti malam. Hati saya bimbang menentukan pilihan: (a) tetap di kampus untuk rapat dilanjutkan audiensi, (b) rapat kemudian bolos audiensi dan nontonnya telat, atau (c) bolos keduanya biar bisa on time di bioskop. Pilihan sulit. Gejolak dalam Hati III.
Selesai makan siang, saya dan Pratama ke labdas untuk pelatihan asisten Sistem Digital. Saya baru sampai percobaan 1B namun harus udahan karena ada kelas Kebijakan Iklim. Yaudah saya kelas. Ternyata saya melewatkan satu deadline tugas karena saat pertemuan pertama ga kedengeran kalo ada tugas. Timbul niatan untuk drop kelas ini. Gejolak dalam Hati IV. Tapi udah tidak bergejolak karena saya memutuskan untuk lanjut, kelas ini seru jadi sayang untuk dilewatkan. Semoga kak Nyoman juga seyakin saya.
Kelas Kebijakan Iklim selesai pukul 16.30. Tiba saat untuk menentukan langkah menyikapi Gejolak dalam Hati III. Akhirnya saya putuskan opsi b sebagai pilihan paling memungkinkan. Di masa penentuan ini, saya didampingi orang kasmaran yang sepertinya lagi doyan curhat, dan video ini
serta video spektakuler ini
Kasmaran sebenarnya kata yang saat ini digunakan Pratama untuk menggambarkan keadaan seorang teman dekat kami yang kemudian saya gunakan untuk teman dekat kami yang lain. Oya Rizky bikin Stick Bomb juga tapi pendek jadi cuma sebentar. Tapi keren sih.
Rapat yang saya hadiri selesai pukul 19.05 sedangkan film Paper Towns mulai pukul 19.15. Jadi naik motor ugal-ugalan ya begitulah. Filmnya mungkin akan saya review di post lain, mungkin juga tidak. Selesai nonton, saya, Astari, Arsita, Bianca, Pratama, dan Aghnia makan di Bakmi GM. Ini kali pertama saya makan di sini. Mungkin akan saya review di post lain, mungkin juga tidak haha. Arsita menceritakan isi novel Paper Towns dan saya jadi ingin baca. Padahal The Fault in Our Stars yang ada di rumah belum saya sentuh. Tahun ini sepertinya saya agak kurang membaca buku.
Zorro saya tinggal di depan Perahu, tentu saja titip ke bapak parkir. Saya keluar Cihampelas Walk saat malam sudah larut. Pas saya tiba di Perahu, bapak penjaga parkir yang rumahnya di Astana Anyar tersebut terlihat terkantuk-kantuk menunggu saya. Maafkan saya ya Pak. Mengobrol dengan teman dekat membuat saya lupa kalau saya ditungguin sama Bapak.
Sekian cerita hari ini. Sampai jumpa kapan-kapan.
Thursday, August 20, 2015
Waroeng Setiabudhi: Surabi & Baso Kampung
Post ini merupakan lanjutan dari Mimpi Indah Food Junction.
Hari itu kami berniat buat kejutan ulang tahun untuk Dwi Suci dan Pratitis. Karena dari himpunan yang berbeda-beda, kami menunggu semua anggota beres urus wisuda dan urusannya masing-masing dulu. Aransemen lagu Happy Birthday sudah disiapkan. Kami menuju Waroeng Setiabudhi yang berada di Jalan Cihampelas 159A Bandung. Aneh ya Waroeng Setiabudhi tapi di Cihampelas? haha. Waroeng Setiabudhi ini merupakan cabang dari Waroeng Setiabudhi yang ada di Jalan Setiabudhi 186 Bandung. Gitu lho. Ini kata Google sih, saya ga nanya langsung ke abangnya. Nanti saya verifikasi kalau ke sana lagi.
Saya dijemput Fiananda di seberang Mimpi Indah Food Junction sekitar pukul 21.30. Kunfachri dan Ardian di motor yang lain, begitu pula Pratitis dan Prima serta Dhimaz dan Dwi Suci. Masing-masing langsung menuju lokasi. Tapi dua tim pertama janjian dulu di SPBU Cihampelas untuk latihan pecahan suara dan buat plan skenario di lokasi nanti. Tapi tiba-tiba, datang tim keempat tanpa antisipasi dari kami. Paniklah, langsung bikin-bikin alasan kenapa kami berempat masih di SPBU bukannya langsung ke lokasi. Setelah mengusir mereka, kami berempat memutuskan skenario yang digunakan dan mengesahkan aransemen lagu.
Di lokasi, setelah pesan harusnya terjadi keheningan. Begitu skenarionya. Sayang karena sudah lama tidak bertemu dan makan bersama begini, ributlah pasti heboh gimana gitu. Maka yang dilakukan Ardian untuk membuat keheningan adalah manggil "Guys" sambil gebrak meja kemudian ambil nada dasar. Refleks kami berempat nyanyi Happy Birthday terus tiga lainnya ikutan nyanyi. Iya da Dwi Suci ga sadar kalau ini nyanyi buat dia jadi dia ikutan nyanyi. Emang agak-agak orang satu ini hahaha.
Acara dilanjutkan dengan tiup lilin yang ditaro diantara mochi oleh-oleh dari Kunfachri dan nyanyi ulang versi lebih indah. Nyanyi kali ini disertai lirikan orang-orang di meja sebelah.
Kami pesan beberapa surabi dan baso. Saya pesan Surabi Coklat Keju Susu dengan harapan porsinya ga terlalu besar. Kan saya sudah makan malam 2 kali. Eh tapi ternyata yang datang agak besar ya ukurannya. Ga habislah, selain kenyang, kemanisan juga. Ga kuat manis saya. Nyicip Hot Chocolate punya Ardian dan Yamin Manis punya Ardian. Enak juga. Lain kali saya mau pesan itu saja kalau kesana.
Suasana di sini lebih sepi dibanding kedai surabi di Jalan Setiabudhi. Antriannya ga banyak jadi makanan cepat tiba. Pencahayaannya remang-remang mendekati gelap. Ga nyaman sih kalau mau ngobrol transaksi atau baca buku. Ada live music-nya asyik banget, kami sing along pake pecah suara gitu. Biasalah anak PSM suka refleks begitu. Saya sih ga bisa.
Udah sekian. Maaf ga cerita harganya udah lupa soalnya 19 hari yang lalu. Dah
Subscribe to:
Posts (Atom)





























