Showing posts with label kesehatan. Show all posts
Showing posts with label kesehatan. Show all posts

Friday, December 7, 2018

The Nerves

I am the bravest version of myself today.

Got my blood drawn and also let someone put something around both of the ankle.

Proud mama.

Now the next problem is to get rid of the lingering 'feeling'.
Try to calm the nerves by distracting it, to let the mind look forward and be excited to the result. Doesn't work actually hahah :)

Happy weekend everyone!

(This sounds like a murder house 🏠)
Read More

Sunday, June 12, 2016

Saturday, May 28, 2016

Gigi

Sepertinya kegelisahan saya soal gigi sudah masuk ke alam bawah sadar. Kemarin-kemarin itu saya kepikiran untuk ke dokter gigi karena wisdom teeth yang muncul ini rasa-rasanya agak salah tempat, menyebabkan lidah dan pipi yang agak lebih sering kegigit. Tadi malam saya mimpi tentang gigi.

Bagian pertama saya agak lupa, pokoknya entah gimana ada iklan yang bilang kalo sekarang email gigi bisa ditambah gitu, jadi dilapis ulang semacam shielding. Cara mengaplikasikannya pakai semacam buat ratain semen di dinding habis ngelapis bata. Apa ya itu namanya? Saya kemakan iklan terus ngantre di dokter gigi buat dapet treatment itu hahaha.

Bagian kedua, saya lagi di sebuah ruang terbuka gitu, terus kayanya berantem atau jatuh atau apa, terus gigi saya rontok. Rontoknya bukan sebagai gigi tapi udah remah-remah gitu so sad. Tapi rahangnya ga kenapa-kenapa. Macam mana gigi hancur tapi rahang ga kenapa-kenapa. Aneh. Copotnya bertahap, geraham dulu beberapa dimuntahin. Terus saya ngadu gitu ke seseorang entah siapa, nunjukin tangan tengadah berisi serpihan gigi. Eh di depan dia tiba-tiba yang gigi seri taring ikutan rontok juga. Mengerikan.

Sekian
Read More

Wednesday, May 18, 2016

Obat

Obat menurut KBBI adalah bahan untuk mengurangi, menghilangkan penyakit, atau menyembuhkan seseorang dari penyakit. Sayangnya, hampir pada setiap label obat tertera efek samping obat. Efek samping obat adalah suatu reaksi yang tidak diharapkan yang diakibatkan oleh suatu pengobatan. Efek samping bisa macam-macam, mulai dari yang ringan hingga berat. Reaksi tiap orang juga dapat berbeda. Biasanya reaksi ini hilang ketika pengobatan selesai atau dihentikan.

Saya bertanya-tanya, siapa yang memutuskan sebuah obat itu disebut obat bukan racun. Ahli farmasi kah? Ilmuwan kimia kah? Risiko sebesar apa yang mereka pertaruhkan? Pasti berat ya kerja para ahli di bidang medis, melibatkan nyawa manusia secara langsung.

Omong-omong saya kagum pada orang yang bisa melawan efek samping obat demi sembuh. Saya suka sekali visualisasi di video musik The Sam Willows - For Love soal seorang ibu yang menjalani kemoterapi. Luar biasa.

Udah. Semoga kita semua selalu siap menghadapi ujian hidup ya, termasuk berjuang buat sembuh. Semangat kamu, saya yakin kamu punya semangat besar dan tekad sekuat baja. Semoga lekas kembali. Saya nggak tahu saya harus apa selain berdoa. God bless you.
Read More

Sunday, May 8, 2016

Sinusitis Maka Cari Tebengan

Sejak Jumat siang saya bersin-bersin. Saya kira karena goa belakang makin kotor jadi alerginya muncul. Ternyata itu pertanda kalau saya akan pilek. Pilek beneran ya, bukan pingin lekas ketemu wkwkwk.

Sejujurnya saya nggak tahu sih urut-urutannya alergi-pilek-sinusitis itu gimana, tapi yang jelas ketiganya tidak terpisahkan buat saya. Untungnya pepatah "no one knows you better than you do" kali ini benar. Saya jadi sudah bersiaga menghadapi kedatangan tamu-tamu itu ketika tanda-tandanya muncul. Bahkan saya sudah bikin skenario cari tebengan ke kampus ahahaha.

Hari Sabtu saya nggak kemana-mana karena Astari nggak berangkat ke kampus hahaha. Rasanya kalau dipake jalan itu hm, ya gitu tiada kata yang dapat menjelaskan. Gagal dapet tebengan berarti gagal berangkat. Terus malamnya saya nggak bisa tidur. Ini ada trik seru kalau kamu ga bisa tidur karena sinusitis. Saya udah tahu sejak dahulu kala sih, barangkali kamu belum.


Sambil tidur-tidur ayam, saya udah siapkan skenario chat minta nebeng buat esok pagi. Soalnya rasa budek di telinga dan sakit gigi yang muncul kemarin sudah semakin menguat. Subuh rasanya kaya darah rendah gitu sampai nabrak dinding pas mau wudhu haha. Eits tapi rencana tinggal rencana, ternyata Minggu pagi keadaan tubuh sudah prima. Saya berangkat naik angkot haha. Biarlah sekali-sekali. Bikin video hari ini seru banget. Untung saya ke kampus. Pulangnya nebeng Daryl huray, soalnya Astari pergi gereja.

Habis itu cari tebengan lagi buat esok pagi. Ya gitu aja terus hahaha. Saya chat Astari untuk book tebengan, tapi dianya ga ngeh dan malah bikin drama sendiri heu. Jadi aja harus jelasin dengan segamblang-gamblangnya. Tanpa kode. Hahah emang orang satu itu perlu penanganan khusus.

Daag
Read More

Sunday, April 24, 2016

Obrolan Hari ini

Tadi pagi saya nemu pembahasan kasus JIS yang lagi tren di Twitter dan Kaskus, ditulis oleh Rudi Valinka. Tautan tersebut saya bagikan di grup Doa Ibu. Jadinya saya, Daryl, dan Pratama sibuk baca artikel itu sesampainya di goa belakang haha.


Terus siangnya Diardano memberi anak-anak goa belakang tautan ke post mengenai Postpartum Depression atau Post Natal Depression.


Saya lebih tergugah kalo istri yang nulis sih, rasa takut dan perjuangannya terasa di tulisannya. Kami diskusi sebentar tentang itu. "Kok bisa sih? Bukannya kalo habis melahirkan itu senang ya?" adalah salah satu pertanyaan Diar yang saya nggak tahu jawabannya. Terus saya jadi bertanya-tanya seberapa besar sih pengaruh perubahan hormon di tubuh seorang wanita. Kok bisa seluar-biasa itu. Kalo saya sih bandingkan dengan yang deket dan sering terjadi aja, PMS.


Agak jauh sebenernya perbandingannya karena kalo PMS lebih seringnya gejala fisik kan ya yang dikeluhkan, bukan secara mental, dan cuma sebentar dibanding itu yang hitungannya bulan. Apalagi PMS lebih umum dan bisa belajar selama tahun-tahun pertama. Tapi sejujurnya sih saya yang sehari-harinya sudah emosional dan ekspresif kerasa banget kalo udah deket-deket harinya. Ada apa dengan hormon?

Curhat dulu.
Saya selalu ngitung karena biasanya saya bermasalah dan menimbulkan masalah di hari-hari itu. Namun, meski sudah persiapkan mental untuk menahan diri dan berusaha diam sebelum ketemu orang dan bersosialisasi, pada kenyataannya sulit. Saya baru bisa menahan diri ketika ada yang mengingatkan, saat percik-percik api sudah mulai kelihatan hahah. Akhir-akhir ini yang sering ingetin Daryl. Btw hari ini saya meledak ahahaha. Padahal udah tarik nafas yang dalam setiap ada kesempatan sebelum ketemu Pratama. Maafkan saya ya teman-teman yang nggak sengaja dengar dan Pratama yang jadi objek saya kesel. Daryl sih tabah saya udah ngomel-ngomel dari kapan hari. Makasih Ryl haha.

Knights and Knaves
Main ini seru, tulisan kadiv saya di PSM. Obrolan terakhir sebelum kami meninggalkan goa belakang untuk nonton sepakbola.

The age of loneliness is killing us.
Tautan dari Pratama tapi belum saya baca karena tulisan semua.

Kesimpulan hari ini:
1. Jangan terlalu percaya apa kata media
2. Kadang menyelesaikan masalah ga bisa sendirian
3. Kayanya saya harus coba yoga
Read More

Thursday, February 4, 2016

Morning Stretch

Mari eksekusi resolusi bulan baru.

#nowplaying Kiiara - Gold

Apa resolusinya emang, Yus? haha

Bengong Less, Do More

Dimulai dengan bangun pagi, morning stretch, sarapan, dan vocalizing,

Habis itu Android Studio.

Edan ga.

#nowplaying Barry Likumahuwa - Good Spell

Mandi dulu aja deng hahah.

Selamat Pagi!
Read More

Monday, July 20, 2015

Karakter Anak

Mengutip tulisan di newsletter SOS yang saya peroleh beberapa saat lalu,

ingatlah bahwa kita diberi kesempatan untuk membentuk karakter anak selama 12 tahun pertama kehidupannya (Periode Formatif). Manfaatkanlah secara maksimal masa pembentukan ini karena begitu anak mencapai usia 15 tahun, karakternya akan terbentuk dan sulit untuk bisa diintervensi lagi.
(Parenting Communication Specialist, Hana Yasmira, Msi)

Agak mengerikan ya pengaruh keluarga dan pendidikan dasar terhadap karakter orang. Kalau masa itu ga bener kayanya bisa aja terbentuk orang-orang yang ga bener macam di Agents of Shield (maaf belum move on). Jadi ingat saat Aris, Gunawan, dan saya saling bercerita soal masa kecil masing-masing dan menarik benang yang menghubungkan masa lalu itu dan karakter kami sekarang. Kami berusaha mencari keterkaitan cara orang tua mendidik kami dan bagaimana kami sekarang. Terus Aris bilang kurang lebih begini, "habis mikirin pengembangan karakter, pengembangan karakter anak mesti dipikirin juga nih."

Kemudian mengutip tulisan di blog Alina ,

yang paling fundamental dari pengembangan diri adalah membuat orang sadar akan kebutuhan untuk mengembangkan diri.

Dalam konteks pengembangan karakter anak, menjadi sulit untuk melakukan pengembangan diri anak karena anak belum punya 'kesadaran penuh' terhadap apa yang sedang/telah dilakukannya dan dampaknya terhadap lingkungan dan diri sendiri. Apalagi untuk berpikir sejauh 'kebutuhan mengembangkan diri'. Makanya menurut saya lingkungan si anak harus didesain sebaik mungkin untuk memancing pertumbuhan ke arah yang baik dan 'benar' oleh orang tuanya.

Sebenarnya saya ingin nulis tentang orang tua yang belum siap jadi orang tua karena episode tentang Donnie Gill di Agents of Shield. Saya berniat menulis semacam esai, tapi ga punya sumber. Mungkin perlu belajar dulu. Udah itu aja dulu yang bisa saya tulis. Tulisan ini dalam tahap belum dalam kalau kata Aris atau Fransiskus.
Read More

Tuesday, March 3, 2015

Fobia



Ketakutan terkadang muncul dalam bentuk yang lebih besar.
Ketakutan juga dapat saja muncul tanpa sebab yang jelas.
Ketakutan jenis ini lebih sulit dikendalikan.
Ketakutan ini disebut irrasional, karena sebenarnya objek (atau situasi) pemicu ketakutan ini hanya sedikit atau bahkan tidak berbahaya.
Ketakutan yang mulai mengganggu 'kenormalan hidup' ini kemudian disebut sebagai fobia.

Kalau menurut sumber, ini yang terjadi kalau kamu fobia.

Kamis lalu, 5 dari 8 tanda itu muncul. Lebih hebat dari saat terakhir kali, 2 tahun lalu. Tapi siapa sih yang berhak pastikan apakah dia termasuk ketakutan biasa atau bukan?

Read More

Thursday, February 12, 2015

Minggu Keempat Kuliah Semester 6

Dari segi akademik, minggu ini adalah minggu yang membahagiakan. Pada hari Senin kemarin, perubahan rencana studi saya disetujui dosen wali. Itu artinya mengurangi risiko menambah setengah tahun di kampus tercinta. HURRAY

Dari segi kesehatan, ini agak di luar kendali.

Senin
18.00 Seperti biasa saya hobi mondar-mandir dan nimbrung sana-sini. Ada rasa ga enak di ankle ketika bangkit dari duduk. Tapi belum sakit-sakit banget.
19.00 Bersama Sahilaushafnur menuju Stalon, mau makan. Kaki agak ada nyeri-nyeri semacam habis olahraga berat. Padahal kemarin minggunya cuma pemanasan futsal doang, ga ikut main.
21.00 Mata kaki yang beradu sama lantai kalau lagi duduk sila terasa sakit.
23.00 Bersama Alexander ke parkiran mau pulang habis nugas, nyeri di kaki masih terasa.

Selasa
Pagi demam. Kaki makin sakit jadi ga bisa jalan normal sehingga ga berangkat kelas Sistem Instrumentasi. Semua badan buat gerak sakit. Mungkin salah tidur.
17.00 Bisa jalan buat beli makan.
Bolos latihan futsal. Lapor Mama kalo ga enak badan tapi gatau sakit apa haha.

Rabu
06.30 Dijenguk Papa Mama di kosan haha. Dikirimi sarapan dan diantar ke kampus.
07.10 Sampai kampus, Ga ada dosen huft
09.40 Ke Bumi Medika Ganesa. Kata dokternya sakit Flu Tulang. Apaan tuh haha.
Setelah minum obat sakitnya mereda, tinggal di kaki kanan aja.
21.00 Sedang menghadiri Laporan Pertanggungjawaban Akhir Tahun pengurus HME, tiba-tiba merasa keringat dingin mengalir. Memutuskan untuk pulang.

Kamis
Pagi demam lagi, minum obat lalu tidur.
12.00 Makan siang. Ternyata 3 orang di kosan saya merasakan gejala penyakit yang sama, nyeri sendi dan sakit kepala. Tia udah pulang dari rumah sakit, saya kira demam berdarah ternyata bukan. Mbak Ita dan Clearesta Rabu malam baru merasa sakit. Kamis siang ke dokter.
Pas makan siang sadar saya sedang tumbuh gigi, terus sadar ada inflammation di kiri dan kanan leher. Lapor Papa, kata Beliau mungkin ada infeksi jadi kelenjar getah beningnya bereaksi.
21.50 Lagi nulis paragraf pertama post ini.Terasa ada yang mengganjal di leher saat menunduk. Ternyata bengkak di leher bertambah lagi di bagian depan (di bawah rahang). Apa karena sakit gigi ya?

Dulu pas SMA saya pernah sakit gigi karena sinusitis. Dokter gigi kirain ada gigi yang lubang. Eh, pas dokter THT yang saya ceritain, langsung ngerti. Sulit ya jadi dokter, untung saya bukan haha.

Udah hari ini sampai situ aja. Minggu ini luar biasa sekali dalam hidup saya.
Read More

Thursday, January 22, 2015

Balsem Harimau

Cedera tak kunjung sembuh karena memang sedang tidak bisa diistirahatkan? Sudah gunakan kompres es dan pereda rasa sakit tapi nyeri tak kunjung hilang?
Tenang, cukup gunakan Balsem Harimau beberapa kali sehari, nyeri langsung hilang seperti tak pernah terjadi apa-apa.

Meyakinkan ga? hahaha

Read More

Monday, January 19, 2015

Hari Pertama Semester 6

Semester indah ini diawali dengan pre-test mata kuliah Sistem Kendali. Sangat menyenangkan.

Soal asupan gizi, kembali ke rutinitas, makan siang mahal (tapi enak) di Kantin Farmasi. Saat ini belum ada tujuan ke himpunan selain makan siang jadi langsung pulang.

Di kosan sempat tidur siang satu jam karena banyak waktu luang.

Masih dalam rangka olim, saya ambil waktu untuk lari 800 meter. Dapet 4:10. Si betis rasanya mau potong. Minggu lalu ada 2 kali, dengan jarak 2 hari, saya kena latihan sehari 4 cabang sekaligus. Padahal normalnya tiap hari 2 cabang doang. Overdosis nih olahraga tiap hari. Kata coach Yosa cederanya namanya shin splints.




Habis lari lanjut ke supporteran voli putra. Seru! Angkatan 2013 kompak sekali sampai saya bangga sekaligus malu dengan diri sendiri. Sedih angkatan saya agak sepi untuk supporteran kali ini. Kabarnya jurusan Teknik Tenaga Listrik udah mesti ngerjain tugas pendahuluan 4 modul dan dikumpulkan besok. Tapi nggak apa, angkatan berapapun kan masih anak HME juga (ini pembenaran). Voli putra menang 2-0 melawan himpunan meteorologi.

Lanjut pulang ke rumah, minum susu terus nulis ini. Akan lanjut baca Angels & Demons terus tidur.
Udah deh. Daah
Read More

Thursday, January 8, 2015

Teman yang Sakit

Saya tadi ke Kehidupan yang di Jalan Pajajaran bersama teman PSM, Rico dan Dwi, untuk mencari sponsor. Itu kali pertama saya kesana, dan sepertinya saya tidak mau kesana lagi. Kata Rico makanannya enak. Tapi tetap saja saya tidak tertarik kembali kesana. Suasananya membuat saya kurang nyaman. Kata Rico mungkin karena suasananya Cina banget, saya kurang ngerti maksudnya apa sih. Soalnya saya tidak tahu restoran di Cina seperti apa (btw saya tulis Cina bukan Tiongkok karena kejadian aslinya begitu ya, bukan karena gatau keppres tentang itu hehe).

Tapi sebenarnya yang membuat saya tidak nyaman mungkin karena kursi dan mejanya putih, suasana bersih yang aneh, pokoknya mengingatkan saya pada suasana rumah sakit. Nah, jadi masuk deh ke yang mau saya ceritain. Maaf ya intronya panjang haha

Sebenarnya rumah sakit juga sumber kebahagiaan ketika seorang pasien sembuh atau saat bayi lahir sehat. Tapi orang sehat dan sembuh tidak akan berlama-lama disana sehingga yang tinggal adalah orang sakit. Rumah sakit terasa suasana muram dan sedihnya menurut saya.
Saya tidak suka--atau bisa juga disebut takut atau lebih tepat kurang nyaman--dengan suasana sedih. Dulu ketika saya masih SMP, saya tidak bisa melihat orang menangis. Maksud saya bukan orangnya menjadi tak kasatmata, tapi saya jadi ingin buru-buru pergi karena kasihan dan tidak tahu harus berbuat apa.
Saya tidak takut dokter, karena umumnya mereka baik. Tapi saya tidak mau jadi dokter. Ya Anda benar. Saya tidak mau jadi dokter karena nanti saya akan banyak menemui orang sedih dan jadi bingung harus berbuat apa. Karena itu saya pillih daftar kuliah di sini bukan di FK UNPAD.

Sebelum pergi ke Kehidupan, tadi saat pertandingan sepakbola, teman saya Fahrur menjadi sakit. Menurut cerita teman yang melihat, Fahrur terjatuh saat melindungi gawang, kemudian kejang-kejang. Dia dibawa ke Bumi Medika Ganesa (BMG) lalu dirujuk ke RS Borromeus untuk CT Scan.
(Suatu hari setelah kelas Kewarganegaraan, Orvin, Fahrur, Astari, dan saya pernah mengobrol panjaang sekali tentang hidup. Dua jam lebih mungkin. Sejak saat itu saya merasa dekat dengan Orvin dan Fahrur. Kalau Astari memang sudah dekat dari sebelumnya. Ini FYI aja haha.)
Saya khawatir dan ingin menjenguk. Teman-teman yang lain, seperti Atria dan Sahilaushafnur misalnya, banyak yang ada disana.  Tapi kemudian saya batal pergi ke Borromeus. Saya tidak berani. Padahal saya tahu banyak yang bisa saya lakukan untuk membantu seandainya saya disana. Payah sekali, hanya karena takut rumah sakit.

Setelah pergi ke Kehidupan, saya menyadari hal lain juga, yaitu alasan saya takut darah. Hal itu  karena darah biasanya berhubungan dengan kesedihan. Saya juga mengerti kenapa suatu saat ketika ada adik kelas (saya tidak tahu namanya) tidak sengaja melukai tangannya karena pecahan lensa kamera pada saat pembuatan dokumentasi wisuda, saya tidak takut atau menjauh dari dia. Adik kelas itu tetap tenang dan masih sempat memaki, bukannya sedih+panik+takut. Itu penyebabnya.

Post ini panjang sekali. Maaf ya.
Read More