Saturday, September 9, 2017

Sam Smith - Too Good at Goodbyes

Sam Smith released Too Good at Goodbyes, enhancing my current mood to the extent that I canceled weekend plans and stay in my room.
His looks is much different, wonder if his muse has changed, or maybe just a slight change of mood and concept? Who am I really hahaha. I love the video, and his gesture, and the color, and his voice of course.

Btw, I haven't heard The Script - Freedom Child, shame on me.


















This is exaggerating, I still go out for lunch and grocery shopping. I just don't socialize.
Read More

Sunday, August 6, 2017

Friday, July 21, 2017

Break

Kepada teman-temanku pembaca yang kucintai, yang masih sering tengok blog ini meski isinya kadang tidak jelas (haha). Saya break dulu ya, di sini dan di blog sebelah, serta di beberapa jaringan pertemanan sosial lainnya. Nanti saya kabari lagi kalau kualitas motivasi hidup saya sudah membaik. Jangan khawatir, pikiran saya dan ide-ide aneh masih tetap tersalurkan kok, saya tulis di Google Keep #iklan
Kalau ada bahan yang seru, akan saya gali buat ditulis di sini deh. Janji. Saya perlu fokus dulu di kehidupan nyata haha.

Sampai bertemu lagi.
Read More

Wednesday, July 12, 2017

Lawan Bicara

Ceritanya kemarin itu saya sedang menyelesaikan sebuah kasus yang sudah berlarut-larut akibat pemahaman yang minim akan business process yang benar. Sebagai orang luar yang kena getahnya doang, rasanya itu ingin marah-marah. Apalagi default saya kalau bicara itu kan marah ya haha. Usaha pertama adalah konsultasi sama konsultan IT buat cari backup data sebagai bahan. Pas disampaikan ke empunya bisnis, eh lha rupanya beliau nggak ngerti sama sekali prosesnya. "Oh itu regional yang urus" kira-kira responsnya ketika diceritain apa yang terjadi. Duh. Saya langsung pergi biar Capt yang menangani, daripada saya emosi. Capt emosi juga sih wkwk. Tapi dia mah jago menahan diri.

Lalu saya chat-lah seorang dari regional. Udah biasa ngobrol sih tapi memang via chat doang. Karena butuh penjelasan yang cukup sulit kalau disampaikan hanya lewat tulisan, dia minta ditelepon.

Saya tekan nomor telepon itu sambil nyiapin mau bicara apa, dengan nada seperti apa. Eh ternyata pas diangkat, suaranya lemah lembut helpful gitu. Dan temponya lambat. Bravo. Saya butuh lawan bicara begini buat bantu saya menahan emosi. Temponya yang lambat bikin saya punya waktu pilih kata-kata yang lebih pantas dan juga lebih mudah dimengerti. Nadanya yang lembut bikin saya ikut nurunin nada bicara. Kerasa banget.

Jadi kesimpulannya saya mau cari tipe begini lagi buat temen cerita (teman hidup? wk). Barangkali saya bisa jadi lebih santun.
Read More

Sunday, July 9, 2017